hell-o smoke machines!
Setelah lebih dari sebulan menjadi asbak (tentunya ini pola hidup yang “tidak sehat” bu dokter), akhirnyakemaren bisa saya bisa ngeroko garpit lagi. yeah! gudang garam international, roko pak lurah, roko tukang becak, roko kuli, dan istilah “lingkungan pedesaan” lainnya. Karena isu yang cukup meriah, yang ngomongnya, roko garpit beracun (bukannnya semua roko beracuuuwn?), ya parno juga gituloh bo, cari aman mulai roko ini itu dari samsu, jarum, sampe roko pecun (marlboro mentol), pegel juga sih ini paru paru saya, selama ini cuma dimanjakan dan dirusak dengan garpit doang, kini ada “teman-teman” yang lain ikutan.
Roko Indonesia ini tiada duanyas! Karena menurut saya garpit sangatlah sedap waktu setelah makan nasi goreng seafood, ato nongkrong di jamban, ato sambil minum heineken dingin di konser musik atau visual-arts, ato bikin sesak napas pas nongkrong di smoking area di bandara (maklum itu tempat imut imut amat, uda gitu asapnya garpit.. banyak dan meriah).
Diantara banyak produk dalem negeri (yang saya tau dan saya mampu beli sih), kayanya garpit doang yang cukup aduhai dan menggemaskan. (udah terdengar sperti sales?), konon sih owner gudang garam international (almarhum), meninggal karena tetap smoking-G, padahal lagi sakit berat, kurang ngerti juga bener apa ga.
Sampe sekarang, saya pengentau aja siapa itu yang ngedesain packagingnya gudang garam juga yang ngedesain logonya.
siapa dong?
(*seraya menghidupkan garpit)